Semiotika adalah sebuah istilah yang berasal dari kata Yunani semeion yang berarti ‘tanda’ atau sign dalam bahasa Inggris, Semiotika sendiri bisa diartikan sebagai ilmu yang mempelajari sistem tanda seperti diantaranya: bahasa, kode, sinyal, dan lain sebagainya.
Semiotik juga biasanya dijelaskan sebagai salah satu ilmu dalam filsafat umum yang berkenaan dengan suatu tanda dan simbol sebagai bagian dari sistem kode yang digunakan untuk menyampaikan sebuah informasi, tanda ini akan membentuk sebuah kode untuk menyampaikan informasi atau pesan baik secara lisan atau tulisan kepada individu ataupun kelompok pada setiap perilaku manusia dan secara tidak langsung akan terjadi komunikasi antara pemberi dan penerima tanda.
Biasanya, tanda atau sinyal ini merupakan hal yang bersifat fisik dan bisa langsung dirasakan oleh indera manusia seperti pengelihatan atau pendengaran.
Adapun, contoh semiotika dalam kehidupan sehari-hari menurut saya adalah mengacungkan ibu jari kepada teman, keluarga atau orang terdekat saat mereka mendapat sebuah pencapaian atau prestasi yang baik.
Dalam kasus ini, tanda ibu jari diartikan sebagai sebuah arti apresiasi dan pujian kepada orang tersebut atas prestasi atau pencapaian yang sudah berhasil didapatkannya, bagi saya ini adalah ilmu semiotika sederhana yang sering dijumpai di masyarakat walau tanpa disadari.
Tanpa saya sadari ilmu semiotika ini sudah diterapkan sejak zaman dahulu kala, jika saat ini kita mengenal telepon genggam sebagai sarana informasi, pada zaman dahulu dilingkungan saya lebih mengenal peluit atau kentongan yang bahkan masih bertahan hingga saat ini, walaupun eksistensinya sudah mulai memudar.
Peluit, alat kecil bersuara nyaring ini masih digunakan sampai sekarang untuk menentukan sebuah tanda atau sinyal dalam lingkungan sekitar saya, biasanya peluit ini digunakan oleh satpam atau keamanan setempat jika ada suatu hal yang mencurigakan, misalnya jika ada seseorang yang dianggap mencurigakan dari gerak-geriknya, maka satpam akan membunyikan peluit untuk memanggil satpam lainnya atau menandakan ada hal yang tidak biasa terjadi di sekitar lingkungan saya.
Tidak jauh berbeda dengan peluit, sebelum ada telepon genggam seperti saat ini, Kentongan lebih eksis dibandingkan benda kotak berukuran 6 inch tersebut, alat ini dahulu dilingkungan saya biasanya dijadikan sebuah penanda di suatu daerah jika terjadi sesuatu.
Misalnya, saat sebuah rumah dirampok oleh pencuri maka seseorang akan membunyikan kentongan sebagai tanda bahaya atau meminta bantuan dan seluruh penduduk setempat akan berbondong-bondong datang untuk ‘memenuhi’ sinyal atau tanda dari ketongan tersebut.
Tapi, jika diingat-ingat hingga saat ini kentongan juga masih digunakan segelintir orang sebagai sebuah tanda, salah satunya oleh pedagang bakso di lingkungan rumah saya, jika ada suara ‘tung tung tung’ terdengar tepat jam 3 sore, sudah bisa dipastikan itu sebuah tanda kalau Mas Letto sudah siap untuk menerima pelanggan di lingkungan rumah saya.
Nah, tanda atau sinyal inilah yang kemudian nantinya akan menjadi cikal-bakal terjadinya sebuah informasi dan komunikasi.
Sephia S. F. -028