Makna Semiotika pada Kerajinan Seni Ondel-Ondel
Warga di sekitar Ibukota Jakarta pasti sudah tidak asing dengan boneka raksasa berwarna-warni yang diketahui bernama Ondel-Ondel. Aku sendiri, sebagai masyarakat Betawi sudah sering sekali melihat Ondel-Ondel seliweran di pinggir jalan.
Saat masih kecil, tentu saja aku sangat takut dengan boneka besar ini, karena jarang sekali terlihat dan bentuknya yang menyeramkan.
Berdeda dengan saat ini, Ondel-Ondel bahkan digunakan sebagai mata pencaharian lho! hal ini bahkan sempat menjadi kontroversi di tengah masyarakat, beberapa ada yang menyebut menjadikan Ondel-Ondel sebagai alat untuk ngamen merupakan bentuk dari penghinaan budaya, namun sebagian ada juga yang justru mendukung kegiatan anak-anak yang biasa ngarak Ondel-Ondel, karena disebut sebagai salah satu cara untuk memperkenalkan sekaligus melestarikan budaya Betawi.
Kedua perspektif ini memiliki kekuatannya masing-masing ya. Tapi, sebelum membahas lebih jauh, sebenarnya tahu nggak sih apa makna dari boneka raksasa ini?
Pada zaman dahulu, Ondel-Ondel memiliki makna sebagai sesuatu penolak bala atau kesialan. Kala itu, Ondel-Ondel dijadikan sebagai perantara oleh para leluhur untuk menjaga kampung mereka. Salah satu tujuannya adalah untuk mengusir roh jahat yang kerap kali mengganggu manusia hingga pada saat itu Ondel-Ondel menjadi pertanda dan penanda adanya roh halus di sekitar.
Sebab itu, tidak jarang hingga saat ini kita masih sering melihat Ondel-Ondel dengan wujud yang menyeramkan, walaupun hanya segelintir saja.
Namun, seiring dengan perkembangan waktu, lambat laun fungsi dari Ondel-Ondel bergeser, persepsi masyarakat terhadap wujud Ondel-Ondel yang seram dan menakutkan justru berubah. Saat ini, Ondel-Ondel menjadi salah satu alat seni yang digunakan untuk menghibur yang sering dijumpai saat pertunjukan rakyat.
Komentar
Posting Komentar