Selasa, 26 April 2022

Makna Semiotika pada Kerajinan Seni Ondel-Ondel

 Warga di sekitar Ibukota Jakarta pasti sudah tidak asing dengan boneka raksasa berwarna-warni yang diketahui bernama Ondel-Ondel. Aku sendiri, sebagai masyarakat Betawi sudah sering sekali melihat Ondel-Ondel seliweran di pinggir jalan.

 

Saat masih kecil, tentu saja aku sangat takut dengan boneka besar ini, karena jarang sekali terlihat dan bentuknya yang menyeramkan.

 

Berdeda dengan saat ini, Ondel-Ondel bahkan digunakan sebagai mata pencaharian lho! hal ini bahkan sempat menjadi kontroversi di tengah masyarakat, beberapa ada yang menyebut menjadikan Ondel-Ondel sebagai alat untuk ngamen merupakan bentuk dari penghinaan budaya, namun sebagian ada juga yang justru mendukung kegiatan anak-anak yang biasa ngarak Ondel-Ondel, karena disebut sebagai salah satu cara untuk memperkenalkan sekaligus melestarikan budaya Betawi.

 

Kedua perspektif ini memiliki kekuatannya masing-masing ya. Tapi, sebelum membahas lebih jauh, sebenarnya tahu nggak sih apa makna dari boneka raksasa ini?

 

Pada zaman dahulu, Ondel-Ondel memiliki makna sebagai sesuatu penolak bala atau kesialan. Kala itu, Ondel-Ondel dijadikan sebagai perantara oleh para leluhur untuk menjaga kampung mereka. Salah satu tujuannya adalah untuk mengusir roh jahat yang kerap kali mengganggu manusia hingga pada saat itu Ondel-Ondel menjadi pertanda dan penanda adanya roh halus di sekitar.

 

Sebab itu, tidak jarang hingga saat ini kita masih sering melihat Ondel-Ondel dengan wujud yang menyeramkan, walaupun hanya segelintir saja.

 

Namun, seiring dengan perkembangan waktu, lambat laun fungsi dari Ondel-Ondel bergeser, persepsi masyarakat terhadap wujud Ondel-Ondel yang seram dan menakutkan justru berubah. Saat ini, Ondel-Ondel menjadi salah satu alat seni yang digunakan untuk menghibur yang sering dijumpai saat pertunjukan rakyat.

 

Sephia S. F. - 028

Senin, 11 April 2022

Analisa Film "Habibie & Ainun"

 Halo guys! pada tulisan kali ini, Sephi akan membahas analiasa teori semiotika pada sebuah karya film layar lebar, Sephi akan membahas salah satu film yang paling menginspirasi Sephi yaitu "Habibie & Ainun" langsung aja ke pembahasannya di bawah ini ya!



Film Habibie & Ainun ini adalah sebuah karya seniman besutan sutradara ternama Indonesia yakni Faozan Rizal. Mengangkat dari sebagian kisah nyata kehidupan Presiden ke-3 Indonesia BJ Habibie, kisah ini menceritakan kehidupan BJ. Habibie sejak masa sekolah hingga berhasil meraih mimpinya yakni membuat pesawat bagi Indonesia.

Kecintaannya pada teknologi dan sains membuatnya kembali bertemu dengan teman masa sekolahnya, yakni Ainun. Pertemuan keduanya membuat Habibie dan Ainun memutuskan untuk hidup bersama.

Namun, rintangan terus menghadang, kecintaan Habibie pada pengetahuan dan teknologi membuat Ainun harus mengikuti jejak suami ke Negara Jerman. Tak lama menetap di Jerman, Habibie diminta Indonesia untuk pulang dan menjadi presiden ke-3 Indonesia.

Sayangnya saat di Indonesia, Ainun harus terjatuh sakit dan berbaring di tempat tidur, BJ Habibie yang pernah berjanji untuk membuat pesawat pasa Ainun kemudian memenuhi janjinya dengan membuat sebuah pesawat yang kita kenal sebagai pesawat N250 dan berada di Museum Dirgantara Indonesia.

Tak lama setelah janji pesawat terpenuhi, sakit Ainun kian memburuk dan meninggal dunia, meninggalkan kenangan manis bersama Habibie yang terus terpatri dalam ingatan Habibie.

Tanda: Pada film tersebut, BJ Habibie berjanji untuk membuatkan sebuah pesawat bagi Indonesia dan juga Ainun.

Penanda: Habibie terlihat bekerja dengan keras dalam mewujudkan janjinya kepada Ainun dan juga rakyat Indonesia untuk membuat sebuah pesawat terbang buatan Indonesia hingga akhirnya pesawat impian tersebut bisa terbang di atas langit Indonesia.

Teori yang digunakan pada kajian ini, saya merasa jika teori dari Charles Sanders Piece. Sebab, film ini berdasarkan dari kisah nyata yang sangat representatif dan masuk dalam logika. Teori ini merupakan teori yang cocok untuk menganalisa film Habibi & Ainun.

Kesimpulan yang di dapat Pada film Habibie & Ainun saya melihat perjuangan gigih Habibie dalam mewujudkan mimpinya untuk membuat pesawat bagi bangsa Indonesia dan istri tercinta, semua usaha keras yang dilakukan BJ Habibie menjadi pertanda jika ia benar-benar ingin mewujudkan mimpinya tersebut.


Sephia S.F. -028

Minggu, 03 April 2022

Review Jurnal Ala Sephi

 Di bawah ini adalah beberapa hasil review jurnal Sephia Sarma-028 dari sejumlah sumber seperti Scholar, Sci-Hub dan Garuda.

Selasa, 22 Maret 2022

Contoh Semiotika dalam Kehidupan Pribadi

Semiotika adalah sebuah istilah yang berasal dari kata Yunani semeion yang berarti ‘tanda’ atau sign dalam bahasa Inggris, Semiotika sendiri bisa diartikan sebagai ilmu yang mempelajari sistem tanda seperti diantaranya: bahasa, kode, sinyal, dan lain sebagainya.

 

Semiotik juga biasanya dijelaskan sebagai salah satu ilmu dalam filsafat umum yang berkenaan dengan suatu tanda dan simbol sebagai bagian dari sistem kode yang digunakan untuk menyampaikan sebuah informasi, tanda ini akan membentuk sebuah kode untuk menyampaikan informasi atau pesan baik secara lisan atau tulisan kepada individu ataupun kelompok pada setiap perilaku manusia dan secara tidak langsung akan terjadi komunikasi antara pemberi dan penerima tanda.

 

Biasanya, tanda atau sinyal ini merupakan hal yang bersifat fisik dan bisa langsung dirasakan oleh indera manusia seperti pengelihatan atau pendengaran.

 

Adapun, contoh semiotika dalam kehidupan sehari-hari menurut saya adalah mengacungkan ibu jari kepada teman, keluarga atau orang terdekat saat mereka mendapat sebuah pencapaian atau prestasi yang baik.

 

Dalam kasus ini, tanda ibu jari diartikan sebagai sebuah arti apresiasi dan pujian kepada orang tersebut atas prestasi atau pencapaian yang sudah berhasil didapatkannya, bagi saya ini adalah ilmu semiotika sederhana yang sering dijumpai di masyarakat walau tanpa disadari.

 

Tanpa saya sadari ilmu semiotika ini sudah diterapkan sejak zaman dahulu kala, jika saat ini kita mengenal telepon genggam sebagai sarana informasi, pada zaman dahulu dilingkungan saya lebih mengenal peluit atau kentongan yang bahkan masih bertahan hingga saat ini, walaupun eksistensinya sudah mulai memudar.

 

Peluit, alat kecil bersuara nyaring ini masih digunakan sampai sekarang untuk menentukan sebuah tanda atau sinyal dalam lingkungan sekitar saya, biasanya peluit ini digunakan oleh satpam atau keamanan setempat jika ada suatu hal yang mencurigakan, misalnya jika ada seseorang yang dianggap mencurigakan dari gerak-geriknya, maka satpam akan membunyikan peluit untuk memanggil satpam lainnya atau menandakan ada hal yang tidak biasa terjadi di sekitar lingkungan saya.

 

Tidak jauh berbeda dengan peluit, sebelum ada telepon genggam seperti saat ini, Kentongan lebih eksis dibandingkan benda kotak berukuran 6 inch tersebut, alat ini dahulu dilingkungan saya biasanya dijadikan sebuah penanda di suatu daerah jika terjadi sesuatu.

 

Misalnya, saat sebuah rumah dirampok oleh pencuri maka seseorang akan membunyikan kentongan sebagai tanda bahaya atau meminta bantuan dan seluruh penduduk setempat akan berbondong-bondong datang untuk ‘memenuhi’ sinyal atau tanda dari ketongan tersebut.

 

Tapi, jika diingat-ingat hingga saat ini kentongan juga masih digunakan segelintir orang sebagai sebuah tanda, salah satunya oleh pedagang bakso di lingkungan rumah saya, jika ada suara ‘tung tung tung’ terdengar tepat jam 3 sore, sudah bisa dipastikan itu sebuah tanda kalau Mas Letto sudah siap untuk menerima pelanggan di lingkungan rumah saya.

 

Nah, tanda atau sinyal inilah yang kemudian nantinya akan menjadi cikal-bakal terjadinya sebuah informasi dan komunikasi.


 

Sephia S. F. -028

Selasa, 15 Maret 2022

Aksiologi Estetik

Menurut saya kajian yang dapat dilakukan dengan semiotika adalah dengan Aksiologi estetik, dengan metode ini kita akan mempelajari segala tentang seni dalam hubungannya dengan kehidupan manusia.

Beberapa contohnya adalah jenis-jenis efek seni pada berbagai tipe orang dengan macam-macam kondisi kehidupan seseorang, bagi saya hal ini cukup mudah dilakukan karena akan berhubungan langsung dengan hal-hal yang baisa dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.

Tentang bagaimana tujuan seni dalam penilaian moral dan nilai-nilai kehidupan manusia, serta bagaimana seni mempengaruhi kehidupan seseorang.

Karena berhubungan langsung dengan kehidupan, menurut saya hal ini akan lebih mudah dicerna karena beberapa orang mungkin akan merasakannya secara langsung, dari sinilah kita akan memulai banyak kajian-kajian dengan bersinggungan langsung dengan kehidupan sehari-hari.

Mempelajari tentang moral pada seni, bahkan mempelajari seni dalam nilai kehidupan sebagai seorang manusia atau sekedar ‘makhluk hidup’

Contoh yang didapat juga akan tergolong cukup mudah, karena bersinggungan langsung dengan kehidupan, maka beberapa diantaranya menurut saya akan terpampang jelas di depan mata, dan membuat kajian lebih menarik dan mudah jika menggunakan metode ini.

Selain itu juga, ada Morfologi Estetika yang mempelajari tentang bentuk dan gaya dalam seni, metode ini juga cocok menurut saya untuk membuat kajian seni selain semiotika.

Metode ini memperlajari tentang bentuk dan gaya dalam seni, hal ini akan menjadi menarik untuk dipelajari karena menurut saya seseorang akan memiliki bentuk dan ‘gaya’ seni mereka sendiri, bahkan seseorang biasanya memiliki aliran seni mereka sendiri.

Kajian menggunakan Morfologi Estetika ini sekaligus bisa menjadi ajang untuk mencari jati diri seseorang dalam menentukan bentuk dan gaya seni apa yang sebenarnya masuk ke dalam style mereka yang membuat kajian tersebut.

Kajian akan lebih menarik dengan Morfologi Estetika, sebab hal-hal yang dimasukan ke dalam bahan penelitian pengkaji adalah sesuatu yang sangat digemari atau bisa juga masuk ke dalam kategori ‘gaya’ dan ciri khas mereka dalam membuat suatu karya seni, termasuk karya kajian tersebut.

Sephia S. F. -028

Sephia Sarma

 Hallo!


Perkenalkan saya Sephia Sarma Fathonah dengan Nomor Pokok Mahasiswa 20-028, ini adalah blog khusus untuk memposting segala tugas mata kuliah Kajian Seni Rupa dan Desain.


Sephi.

Analisis Branding Pendidikan Jerome Polin di Channel Nihonggo Mantapu Menurut Semiotika

 Latar Belakang  Siapa itu Jerome Polin? Jerome Polin adalah remaja asal Indonesia yang mendapat beasiswa full di Jepang, dia mendapat beasi...